browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Priming: Efek “Brainwash” Dalam Film

Posted by on September 3, 2016

Sumber: http://blogs-images.forbes.com/davidalm/files/2016/03/unspecified-1-e1458906303540.jpg

Sumber Gambar: http://blogs-images.forbes.com/davidalm/files/2016/03/unspecified-1-e1458906303540.jpg

Film saat ini menjadi wadah dalam melakukan brainwash terhadap penontonnya. Film telah dimanfaatkan oleh produsen dari berbagai produk untuk membujuk penonton dengan tanpa disadari oleh calon konsumennya tersebut. Pernyataan ini tidak terlalu berlebihan. Persaingan ketat antar produk mengantarkan produsen untuk menempuh segala cara untuk membuat produknya terjual. Salah satu cara membujuk konsumen adalah memanipulasi alam bawah sadar calon konsumen. Bujukan itu dilakukan dengan menampilkan suatu gambar atau memperdengarkan suara tanpa disadari penonton. Tampilan yang ditunjukkan kepada penonton tanpa disadari oleh mereka menurut beberapa penelitian mampu mempengaruhi tindakan, termasuk pembelian. Ketidaksadaran penonton terhadap gambar atau suara ini terjadi karena durasi yg sangat singkat dari munculnya gambar atau suara tersebut. Pengaruh dari bujukan produsen ini dinamakan priming. (shrum,2010,h.86)
Priming ini bisa didapat setidaknya dengan tiga cara, yaitu priming perseptual, konseptual, dan juga emosional.

Priming perseptual misalnya didapat dari tampilan sekejap suatu merek mobil di latar belakang sebuah film bisa berpengaruh terhadap pembelian mobil. Priming perseptual ini akan memiliki dampak yg lebih besar bila semakin mirip antara tampilan dan produk.(bornstein et al.)

Cara kedua adalah priming konseptual. Cara ini dilakukan produsen dengan menampilkan konsep-konsep untuk mempengaruhi penonton. Konsep tentang manusia modern  seseorang didapat dari kebiasaan seseorang membawa pekerjaannya di sebuah cafe tertentu membuat orang rutin bekerja dengan menikmati suasana cafe.

Kemudian cara yg ketiga adalah memunculkan priming emosional. Cara ini dilakukan produsen dengan menampilkan ekspresi emosional pada tampilan produk di sebuah film. Tampilan seperti ini menurut penelitian zajonc menentukan tindakan termasuk pembelian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>